Belajar dirumah "metodelogi penelitian komunikasi kulitatif"
Belajar Metodelogi Penelitian Komunikasi Kualitatif
#DirumahAja
Saat ini ditengah permasalah wabah covid 19 semua aktivitas hanya boleh dilakukan dirumah saja, baik bekerja maupun seluruh aktivitas apapun bahkan perkuliahan terpaksa dihentikan sementara karena virus corona (covid 19) ini semakin meningkat dalam belum terselesaikan. Untuk mengisi waktu belajar dirumah mahasiswa melakukan aktivitas perkuliahan secara online. Tugas dan absensi dilakukan secara online dengan media yg berbeda-beda, sesuai ketentuan yang dosen berikan. Memang membuat kita merasa bosan.
Jadi hari-hari saya diisi dengan meluangkan waktu dirumah mencari hal yang bermanfaat yaitu dengan cara memasak makanan buat sampingan sembari membaca dan mempelajari buku Metodelogi Penelitian Komunikasi Kualitatif.
Memahami Metode Penelitian Komunikasi Kualitatif
Menurut Emzir, penelitian kualitatif merupakan salah satu pendekatan yang secara primer menggunakan paradigma pengetahuan berdasarkan pandangan konstruktivist (seperti makna jamak dari pengalaman individu, makna yang secara sosial dan historis dibangun dengan maksud mengembangkan suatu teori atau pola). Penelitian ini memiliki pandangan atau keyakinan bahwa fokus penelitian adalah kualitas makna–meanings (hakikat dan esensi), akar filsafat yang dianut adalah pada asumsi bahwa: realitas adalah subjektif dan jamak seperti yang ada pada individu-individu partisipan yang diteliti (asumsi ontologis), peneliti berusaha melakukan pendekatan dengan partisipan dalam pengumpulan data (asumsi epistemologis), peneliti lebih mengutamakan perspektif partisipan (emik) daripada perspektif peneliti (etik), menggunakan gaya penulisan naratif, penggunaan istilah/terminologi kualitatif, dan batasan definisi-definisi yang digunakan (asumsi retorika), menggunakan logika induktif, bekerja secara rinci, deskripsi rinci tentang konteks studi yang diteliti, dan disain penelitian fleksibel/dapat berubah (asumsi metodologis). (John W. Creswell ).
Terdapat lima jenis penelitian kualitatif, yaitu:
1. Naturalistik
Penelitian kualitatif memiliki latar aktual sebagai sumber langsung data dan peneliti merupakan instrumen kunci. Peneliti masuk dan menghabiskan waktu di latar penelitian (misal sekolah, keluarga, kelompok masyarakat, dan lokasi-lokasi lain) untuk mempelajari setiap aspek yang menjadi fokus penelitian. Peneliti melengkapi peralatan videotape dan peralatan perekam, meskipun ada yang berpendapat bahwa peneliti kualitatif tidak sepenuhnya memperlengkapi peralatan tersebut kecuali izin dan tambahan pemahaman tentang aspek-aspek penelitian yang akan diperoleh di lokasi.
2. Data Deskriptif
Penelitian kualitatif adalah deskriptif. Data yang dikumpulkan lebih mengambil bentuk kata-kata atau gambar daripada angka-angka. Hasil penelitian tertulis berisi kutipan-kutipan dari data untuk mengilustarasikan dan menyediakan bukti presentasi. Data tersebut mencakup transkrip wawancara, catatan lapangan, fotografi, videotape, dokumen pribadi, memo, dan rekaman-rekaman resmi lainnya. Untuk memperoleh pemahaman, peneliti kualitatif tidak mereduksi halaman demi halaman dari narasi dan data lain ke dalam simbol-simbol numerik. Mereka mencoba menganalisis data dengan segala kekayaannya sedapat dan sedekat mungkin dengan bentuk rekaman dan transkripnya.
3. Berurusan dengan Proses
Peneliti kualitatif lebih berkonsentrasi pada proses daripada dengan hasil atau produk. Bagaimana orang melakukan negosiasi makna? Bagaimana istilah-istilah atau label-label tertentu muncul untuk diaplikasikan? Bagaimana pemikiran-pemikiran tertentu datang untuk diambil menjadi bagian dari apa yang dikenal sebagai pengertian umum (Common sense)? Apa riwayat alami dari aktivitas atau peristiwa yang diteliti?
4. Induktif
Peneliti kualitatif cenderung menganalisis data mereka secara induktif. Mereka tidak melakukan pencarian di luar data atau bukti untuk menolak atau menerima hipotesis yang mereka ajukan sebelum pelaksanaan penelitian. Teori yang dikembangkan dengan cara ini muncul dari bawah ke atas (bukan dari atas ke bawah), dari banyak buktiyang berbeda yang terkumpul yang saling berhubungan. Teori dibangun berdasarkan pada data dari bawah/partisipan. Sebagai seorang peneliti kualitatifmerencanakan dan mengembangkan : a) berapa jenis teori tentang apa yang telah diteliti, b) arah yang akan dituju,setelah mengumpulkan data, dan c) penelitiberinteraksi dengan subjek penelitian.
5. Makna
Makna adalah kepedulian yang esensial pada pendekatan kualitatif. Peneliti yang menggunakan pendekatan ini tertarik pada bagaimana orang membuat pengertian tentang kehidupan mereka. Dengan kata lain, peneliti kualitatif peduli dengan apa yang disebut perspektif partisipan. Mereka memfokuskan pada pertanyaan-pertanyaan seperti: Apa asumsi yang dibuat orang tentang kehidupan mereka? Apa pandangan-pandangan tentang bagaimana menjalani kehidupan? Bagaimana menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan? Dalam sebuah penelitian pendidikan misalnya, peneliti memfokuskan pada perspektif orang tua tentang pendidikan anak-anak mereka. Peneliti ingin mengetahui apa pendapat orang tua tentang mengapa anak-anak mereka tidak dapat melakukan hal-hal yang terbaik di sekolah. (Bogdan dan Biklen).
Perbedaan Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif
Perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif dapat dilihat dari beberapa segi. Perlu kamu ketahui bahwa kedua metode atau pendekatan penelitian tersebut tidak selamanya saling bertentangan satu sama lain. Ada juga beberapa hal juga memiliki kesamaan atau kemiripan.
1. Desain Penelitian
• Kualitatif bersifat umum, fleksibel, dan dinamis. Penelitian kualitatif sendiri dapat berkembang selama proses penelitian berlangsung.
• Kuantitatif memiliki sifat yang khusus, terperinci, dan statis. Alur dari penelitian kuantatif sendiri sudah direncanakan sejak awal dan tidak dapat diubah lagi.
2. Analisis Data
• Kualitatif dapat dianalisis selama proses penelitian berlangsung.
• Kuantitatif dapat dianalisis pada tahap akhir sebelum laporan.
3. Istilah Subjek Penelitian
• Kualitatif memiliki subjek penelitian yang biasa disebut dengan narasumber.
• Kuantitatif memiliki subjek penelitian yang biasa disebut dengan responden.
4. Cara Memandang Fakta
• Kualitatif: Penelitian kualitatif memandang "Fakta/Kebenaran" tergantung pada cara peneliti menginterpretasikan data. Hal ini dikarenakan ada hal-hal kompleks yang tidak bisa sekedar dijelaskan oleh angka, seperti perasaan manusia. Penelitian kuantitatif berangkat dari data yang kemudian dijelaskan oleh teori-teori yang dianggap relevan, untuk menghasilkan suatu teori yang menguatkan teori yang sudah ada.
• Kuantitatif: Penelitian kuantitatif memandang "Fakta/Kebenaran" berada pada objek penelitian di luar sana. Peneliti harus netral dan tidak memihak. Apapun yang ditemukan di lapangan, itulah fakta. Penelitian kuantitatif berangkat dari teori menuju data.
5. Pengumpulan Data
• Kualitatif: Penelitian kualitatif lebih berfokus pada sesuatu yang tidak bisa diukur oleh hitam putih kebenaran, sehingga pada penelitian kualitatif peneliti mengorek data sedalam-dalamnya atas hal-hal tertentu. Sehingga, kualitas penelitian kualitatif tidak terlalu ditentukan oleh banyaknya narasumber yang terlibat, tetapi seberapa dalam peneliti menggali informasi spesifik dari narasumber yang dipilih.
• Kuantitatif: Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan serangkaian instrumen penelitian berupa tes/kuesioner. Data yang terkumpul kemudian dikonversikan menggunakan kategori/kriteria yang sudah ditetapkan sebelumnya. Kualitas penelitian kuantitatif ditentukan oleh banyaknya responden penelitian yang terlibat.
6. Representasi Data
• Kualitatif: Hasil penelitian kualitatif berupa interpretasi peneliti akan sebuah fenomena, sehingga laporan penelitian akan lebih banyak mengandung deskripsi.
• Kuantitatif: Hasil penelitian kuantitatif dipresentasikan dalam bentuk hasil penghitungan matematis. Hasil penghitungan dianggap sebagai fakta yang sudah terkonfirmasi. Keabsahan penelitian kuantitatif sangat ditentukan oleh validitas dan reliabilitas instrumen yang digunakan.
7. Implikasi Hasil Riset
• Kualitatif: Hasil penelitan kualitatif memiliki implikasi yang terbatas pada situasi-situasi tertentu. Sehingga, hasil penelitian kualitatif tidak bisa digeneralisasi dalam setting berbeda.
• Kuantitatif: Hasil penelitian kuantitatif berupa fakta/teori yang berlaku secara umum (generalized). Kapanpun dan di manapun, fakta itu berlaku.
8. Macam Metode
• Kualitatif: Fenomenologi, etnografi, studi kasus, historis, grounded theory.
• Kuantitatif: Eksperimen, survey, korelasi, regresi, analisis jalur, expost facto.
9. Tujuan Penelitian
• Kualitatif: Memperoleh pemahaman mendalam, mengembangkan teori, mendeskripikan realitas dan kompleksitas sosial.
• Kuantitatif: Menjelaskan hubungan antar variabel, menguji teori, melakukan generalisasi fenomena sosial yang diteliti.6
10. Jenis Data
• Kualitatif: Deskriptif dan eksploratif
• Kuantitatif: Numerik dan statistik.
Berdasarkan metode yang digunakan penelitian kualitatif dapat digolongkan sebagai berikut:
1) Penelitian Etnografi
Etnografi adalah suatu bentuk penelitian yang berfokus pada makna sosiologi melalui observasi lapangan tertutup dari fenomena sosiokultural.etnografi adalah suatu metode penelitian ilmu sosial. Penelitian ini sangat percaya pada ketertutupan (up-close), pengalaman pribadi, dan partisipasi yang mungkin, tidak hanya pengamatan, oleh para peneliti yang terlatih dalam seni otnografi.
2) Penelitian Studi Kasus
Penelitian studi kasus adalah sebuah metoda penelitian yang secara khusus menyelidiki fenomena kontemporer yang terdapat dalam konteks kehidupan nyata, yang dilaksanakan ketika batasan-batasan antara fenomena dan konteksnya belum jelas, dengan menggunakan berbagai sumber data.
3) Penelitian Fenomenologis
Hakekatnya prinsip fenomenologi berkenaan dengan pemahaman tentang bagaimana keseharian, dunia intersubyektif (dunia kehidupan) atau juga disebut Lebensweltterbentuk. Fenomenologi bertujuan mengetahui bagaimana kita menginterpretasikan tindakan sosial kita dan orang lain sebagai sebuah yang bermakna (dimaknai) dan untuk merekonstruksi kembali turunan makna (makna yang digunakan saat berikutnya) dari tindakan yang bermakna pada komunikasi intersubjektif individu dalam dunia kehidupan sosial. (Rini Sudarmanti)
Fenomenologi menjelaskan fenomena perilaku manusia yang dialami dalam kesadaran, dalam kognitif dan dalam tindakan-tindakan perseptual. Fenomenolog mencari pemahaman seseorang dalam membangun makna dan konsep kunci yang intersubyektif. Karena itu, menurutKuswarno “…penelitian fenomenologis harus berupaya untuk menjelaskan makna pengalaman hidup sejumlah orang tentang suatu konsep atau gejala…”
4) Penelitian Teori Dasar “Grounded Theory”
Pendekatan Grounded Theory merupakan suatu cara yang dikembangkan oleh Strauss, terdiri atas serangkaian tahap yang dilakukan secara cermat yang dianggap memberi jaminan suatu teori yang baik sebagai hasil. Strauss menyatakan bahwa kualitas suatu teori dapat dievaluasi dengan proses dimana teori teori tersebut dibangun. Bagian sentral penelitian Grounded Theory adalah pengembangan atau penurunan teori secara tertutup berhubungan dengan konteks fenomena yang dikaji.
5) Penelitian Biografi/Naratif
Penelitian biografi adalah studi tentang individu dan pengalamannya yang dituliskan kembali dengan mengumpulkan dokumen dan arsip-arsip. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap turning point moment atau epipani yaitu pengalaman menarik yang sangat mempengaruhi atau mengubah hidup seseorang. Peneliti menginterpretasi subjek seperti subjek tersebut memposisikan dirinya sendiri.
6) Penelitian Analisis Isi
Analisis isi (content analysis) adalah penelitian yang bersifat pembahasan mendalam terhadap isi suatu informasi tertulis atau tercetak dalam media massa. Analisis ini biasanya digunakan pada penelitian kualitatif. Pelopor analisis isi adalah Harold D. Lasswell, yang memelopori teknik symbol coding, yaitu mencatat lambang atau pesan secara sistematis, kemudian diberi interpretasi.
Ada beberapa definisi mengenai analisis isi. Analisis isi secara umum diartikan sebagai metode yang meliputi semua analisis menganai isi teks, tetapi di sisi lain analisis isi juga digunakan untuk mendeskripsikan pendekatan analisis yang khusus. Menurut Holsti, metode analisis isi adalah suatu teknik untuk mengambil kesimpulan dengan mengidentifikasi berbagai karakteristik khusus suatu pesan secara objektif, sistematis, dan generalis.
Ada lima tahap bagi para peneliti jika ingin melakukan penelitian jenis kualitatif, yaitu:
Tahapan Dalam Penelitian Kualitatif
- Mengangkat permasalahan.
- Memunculkan pertanyaan penelitian.
- Mengumpulkan data yang relevan.
- Melakukan analisis data.
- Menjawab pertayaan penelitian.
Demikianlah di atas sudah kami jelaskan tentang Penelitian Komunikasi Kualitatif baik pengertian, jenis, tahapan dan perbedaannya dengan penelitian kuantitatif. Semoga mudah dipahami oleh pembaca sekalian. Dan semoga artikel ini bermanfaat bagi para pembaca dalam rangka menyelesaikan tugas akhirnya.

Komentar
Posting Komentar