Review Film Cinemax/ XXI Bulan Maret
TRIPEL THREAT
"Triple Threat", film yang dibintangi Iko Uwais, Tony Jaa, dan Tiger Chen akan tayang pada bulan Maret 2019. Film itu bercerita tentang Xian (Celina Jade), anak seorang miliuner yang menjadi target pembunuhan. Pelakunya adalah sekelompok pembunuh bayaran beranggotakan Collins (Scott Adkins), Joey (Michael Bisping), dan Devereaux (Michael Jai White). Xian menjadi target lantaran ayahnya berusaha menjatuhkan sindikat penjahat besar. Agar hal tersebut tidak terjadi, maka ayah Xian menyewa sekelompok pembunuh bayaran, yang beranggotakan Payu (Tony Jaa), Jaka (Iko Uwais), dan Long Fei (Tiger Chen), semua berasal dari Asia. Seakan ada pertarungan antara dua kubu, Asia dan non-Asia. Dua tentara bayaran Payu (Tony Jaa) dan Long Fei (Tiger Hu Chen) tak menyangka nasib mereka berakhir buruk. Dikira ikut ekspedisi kemanusiaan, namun ternyata semuanya adalah kebohongan belaka.
Sekelompok tentara bayaran terlatih dari Amerika dan Inggris yang mengajak
Payu dan Long Fei ternyata adalah sekelompok pembunuh bayaran.Misi mereka
adalah memusnahkan penduduk lokal, sekaligus menyelamatkan Collins (Scott
Adkins). Entah siapa Collins ini, namun ia tampak begitu berbahaya.
Misi yang melibatkan Payu dan Long Fei ini tentunya memakan korban. Namun,
mereka hanya tidak tahu dan tak peduli dengan siapa saja yang berada di tempat
itu.
Salah satunya adalah Jaka (Iko Uwais) yang berada di tempat tersebut. Naas,
istri Jaka tewas karena berondongan peluru. Berniat menuntut balas, Jaka
menyusun rencana.
Sebuah strategi sudah disiapkan untuk menghabisi sekelompok pembunuh
bayaran. Beberapa twist disiapkan sebagai ujung dan pangkal cerita. Triple Threat bukanlah film action yang bagus dan bukan juga jelek.
Seperti film-film aksi lainnya, jalan cerita bukanlah sebuah yang penting.
Ini keunggulan film Triple Threat. Jalan ceritanya
sangat berantakan. Beberapa twist yang sengaja dibuat misterius terkesan
dipaksakan.
Namun, bolehlah memberikan acungan jempol pada adegan-adegan aksi yang
disajikan di dalam filmnya. Bagaimana Iko Uwais memamerkan silat-silatnya, lalu
ada Tony Jaa yang dikenal dengan dengan Martial Arts khasnya di film Oang Bak dan aktor Tiongkok Tiger Hu Chen yang pernah berpasangan dengan Keanu
Reeves di film Man of Tai Chi dengan bela diri
khasnya menyajikan aksi-aksi yang kuat dengan sentuhan ’90-an.
Tiga sosok ini yang kemudian dibuatkan simbolnya sebagai “tiga ancaman”
yang memberikan peljaran kepada sekelompok kriminal.
Buat kamu yang pernah menonton film-film action laga yang menonjolkan bela diri era ’90-an, pastinya akan melihat hal yang sama di film Triple Threat. Film ini mampu menampilkan gaya bela diri khas Tony Jaa dan
Tiger Hu Chen.
Tiger Hu Chen.
Ditambah lagi dengan Iko Uwais yang sudah kamu kenal sangat fasih bermain
film-film laga. Satu lagi, penggunaan gradasi warna kuning pada beberapa adegan,
menegaskan bahwa film ini ingin memulai kembali perjalanan aksi-aksi bela diri
khas Asia, seperti film-film di era ’90-an.
Jalan Cerita? Selain berantakan dan terburu-buru beberapa kejutan yang
sepertinya ingin disiapkan di dalam film ini terlihat datar-datar saja. Bahkan,
tidak terkesan seperti misteri yang akan mengejutkan penonton.
Iko Uwais

Tak lengkap rasanya jika tidak memasukkan nama aktor yang satu ini.
Karirnya mulai menanjak dengan cepat. Salah satu faktornya adalah karena ia
bermain dengan sekelompok aktor-aktor Hollywood.
Iko Uwais memang punya peran yang sangat besar untuk mendongkrak animo
penonton. Salah satunya adalah penggunaan dialog-dialog berbahasa Indonesia
yang ditampilkan secara gamblang di dalam filmnya.
Namun, jangan berharap terlalu banyak melihat Iko Uwais akan memenangkan
beberapa adegan laga seperti di film-film sebelumnya. Melalui film ini,
karakter Iko dibuat selayaknya manusia biasa.
Meskipun jago bela diri, namun ia kesulitan melawan orang-orang yang
memiliki kekuatan fisik lebih besar dan seni bela diri yang lebih tinggi
darinya.
Tapi tetap saja, Iko Uwais adalah magnet yang kuat untuk menarik minat
penonton di bioskop-bioskop Indonesia.

Komentar
Posting Komentar